Kamis, 10 Februari 2011

Efek Buruk Facebook Saat Putus Cinta

Apa Facebook perburuk perasaan patah hati Anda sehingga harus menghapus akun mantan?

VIVAnews - Putus cinta memang menyakitkan. Namun, akan lebih menyesakkan lagi bila di saat hati masih menyimpan perasaan mendalam, Anda harus melihat kenangan-kenangan yang tersimpan dalam situs pertemanan Facebook atau bahkan ketika melihat status update mantan pasangan.

Pernahkan terbesit di pikiran Anda, ketika Facebook belum terlahir dari kejeniusan Mark Zuckerberg, apakah putus cinta terasa sama menyakitkan seperti saat ini? Menguntungkan atau merugikan? Cari tahu jawabannya, seperti yang dikutip dari laman Glamour.

1. Perubahan status
Ketika memulai hubungan yang baru dengan seseorang, Anda akan dengan senang hati mengganti status Anda dari 'single' menjadi 'in a relationship with'. Namun, hal ini akan berbeda jika Anda baru saja berpisah dari pasangan Anda, akan terasa sangat berat untuk menggantinya kembali menjadi 'single'.

Akan lebih menyiksa lagi ketika perubahan status itu dipertanyakan banyak orang yang menjadi teman Anda. Anda pun akan merasa sangat tertekan jika harus menjawab semua pertanyaan teman Anda.

Jika ingin menghindari berbagai macam pertanyaan seputar perubahan status ini, Anda dapat menyembunyikan status hubungan, lalu menggantinya dengan 'single'. Perubahan status Anda pun tidak akan terpublikasi di newsfeed teman Anda sehingga Anda tidak perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ingin dihindari.

2. De-tagging
Hal ini tergantung seberapa besar rasa sakit hati yang disebabkan oleh perpisahan. Anda mungkin terlalu sakit hati sehingga memutuskan untuk menghapus tag atau bahkan foto tersebut dari akun Anda.

Mungkin hal ini akan membantu karena Anda tidak lagi dapat membaca komentar-komentar orang tentang foto itu atau melihat kemesraan Anda dan mantan pasangan dalam foto tersebut.

3. Curhat di status
Di saat perasaan tidak menentu, Anda akan mencari pelarian untuk menenangkan hati. Terkadang fasilitas dalam situs pertemanan ini seperti status update menjadi obat sakit hati paling ampuh.

Namun, Anda tidak pernah menyangka bahwa mencurahkan apa yang dirasakan bisa menjadi bumerang bagi Anda dan memperburuk hubungan Anda dengan mantan.

Agar Anda tak semakin tersiksa, sebaiknya cobalah melupakan mantan. Apa yang Anda lakukan saat memutuskan berpisah sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengan mantan kekasih. Jangan hanya karena takut akan merusak hubungan dengannya, Anda harus tenggelam dalam kesepian dan pelarian semu, serta takut mencurahkan apa yang Anda rasakan.

Karena itulah gunanya Facebook, Anda bebas berekspresi, menulis segala pendapat yang ada di pikiran Anda, dan mendapatkan feedback dari teman-teman Anda. Anda pun tidak akan merasa kesepian bahkan hubungan Anda dengan teman-teman pun akan semakin erat.

Akan tetapi, semua tetap ada batasannya. Anda tentu tidak ingin dicap sebagai wanita murahan karena memaki-maki orang dengan bahasa yang kasar pada status update Anda. Curahkan apa yang Anda rasakan dan ada dipikiran Anda dengan menggunakan bahasa sopan.

4. Memutuskan pertemanan pada facebook
Berhentilah selalu melihat akun Facebook mantan. Melihatnya hanya akan membuat Anda lebih sakit hati, apalagi jika si dia menuliskan hal-hal mengenai kehidupan barunya dengan wanita lain.

Jika tidak sanggup dan selalu berakhir pada halaman profilnya, ada baiknya Anda menghapusnya dari daftar teman Anda. Toh, ini bukan berarti menghapus pertemanan di dunia nyata. Semua ini tentu dilakukan atas dasar keinginan Anda untuk melupakan luka masa lalu dan mencoba membuka diri untuk masa depan Anda. (pet)

sumber dari VIVAnews_edhie apologie

Rabu, 09 Februari 2011

Waspadai Bahaya Dehidrasi

Mulai sekarang, jangan pernah mengabaikan rasa haus. Ini bisa merugikan kesehatan Anda.

VIVAnews – Segeralah minum bila merasa kehausan. Haus menandakan Anda tengah mengalami kekurangan cairan atau biasa disebut dehidrasi. Jadi, jangan pernah mengabaikannya bila tidak ingin membahayakan kesehatan diri sendiri.

“Jangan sampai rasa haus membuat kita tidak tidak ingin minum. Ini berarti tanda bahaya yang harus segera direspon,” kata Dr Saptawati Bardosono, MD, Msc dari Departemen Nutrisi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Jakarta.

Saptawati menjelaskan, dehidrasi memiliki tingkat yang bisa mendeteksi bahaya dari kekurangan cairan terhadap tubuh. Bila derajatnya semakin tinggi, maka bisa menyebabkan penurunan performa kerja, gangguan konsentrasi, gangguan fungsi kognisi, dan menurunkan performa fisik secara menyusul peningkatan rasa lelah.

Oleh karena itu, Saptawati mengimbau agar setiap orang mewaspadai tanda-tanda dehidrasi.

Ciri-ciri seseorang mengalami dehidrasi tingkat ringan sampai sedang yakni mulai dari mulut kering, lengket, mengantuk, lelah, haus, urinnya sedikit, air mata berkurang, otot lemah, sakit kepala, pusing, dan silau bila melihat sinar.

Sedangkan tanda yang menunjukkan seorang mengalami dehidrasi berat ialah rasa haus berat, sangat mengantuk, kebingungan, tidak berkeringat, tidak mengeluarkan urin atau jumlahnya sedikit, mata cekung, menggigil, kulit kering, elastisitas hilang, tekanan darah rendah, nadi cepat, panas serta kesadaran menurun.

Lebih dari itu, Saptawati mengungkapkan kekurangan cairan satu persen saja pada tubuh seseorang, maka akan menimbulkan rasa haus dan gangguan mood.

Bahkan, kata Saptawati, penelitian terbaru di Amerika dan Perancis menunjukkan bahwa pria yang mengalami dehidrasi 1,5% saja sudah menyebabkan terjadinya gangguan tingkat kerja kognitif dan suasana hati.

“Tak hanya pada pria, kehilangan cairan tubuh 1,3% pada wanita juga mampu menyebabkan gangguan pada tingkat kerja kognitif dan suasana hati,” kata Saptawati yang mengutip hasil penelitian Lawrence E Amstrong, Ph.D dan Harris R Lieberman, Ph.D.

Selanjutnya, Saptawati menerangkan bila kekurangan cairan sampai dua persen, maka bisa berdampak pada penurunan daya ingat, kehilangan fokus pikiran, kesulitan menghitung, membaca, dan memilah pekerjaan. Ditambah lagi akan merasakan jantung berdetak lebih cepat sehingga menimbulkan rasa cepat lelah.

Dan bila seseorang mengalami kurang cairan sebanyak empat persen, maka dapat menurunkan kemampuan fisik sebesar 25 persen. Bahkan bila cairan tubuh berkurang tujuh persen, akibatnya cukup fatal, yaitu bisa pingsan. (adi)

sumber dari vivanews_edhie apologie