Selasa, 08 Februari 2011

Efek Dahsyat Pelukan Hingga Ciuman

Tak sekedar interaksi membangun kemesraan, tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh.

VIVAnews – Percaya atau tidak, kebiasaan memberi pelukan hangat, menggandeng tangan, bahkan memberi ciuman hangat kepada pasangan, akan memberi efek positif yang besar bagi kehidupan bersama.

Selain memperkuat hubungan, efek positif yang dimaksud juga meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan tubuh, serta pikiran satu sama lain.

Berikut ini, dijelaskan secara rinci apa saja manfaat yang dapat diperoleh melalui sikap-sikap sederhana itu, dikutip dari laman Idiva:

Pelukan
Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk memberi tahu betapa dia membuat kehidupan Anda terasa aman. Pelukan juga akan membuat si dia merasa nyaman.

"Memeluk meningkatkan tingkat oksitosin yang mengurangi tingkat stres," kata Dr Jyoti Sangle, konsultan psikiater, dari Rumah Sakit LH Hiranandani, India.

Memeluk juga dapat mengurangi tekanan darah, sehingga melindungi Anda dari serangan penyakit jantung. Selain itu, akan memperkuat ikatan hubungan Anda dan mengarah ke kehidupan seks yang lebih baik.

Berpegangan tangan
Ini adalah cara yang bagus untuk memberi tahu pasangan bahwa Anda peduli. Berpegangan tangan juga membantu mengurangi rasa sakit.

Jadi, bila pasangan mengeluh sakit kepala, coba pegang tangannya atau peluk dia dengan hangat. Beberapa saat kemudian, Anda akan melihatnya tersenyum.

"Ini sikap kecil dan sederhana yang juga merupakan penawar ketika Anda sedang takut atau sedih," kata psikolog dari Mumbai, Sharita Shah.

Cumbuan
Gerakan seperti membelai rambut pasangan, menepuk pelan bahunya, berjalan, dengan tangan melingkar di pinggang atau lehernya, mampu membikin pasangan Anda merasa sangat istimewa.

"Kulit adalah organ terbesar dari tubuh kita yang sangat sensitif dan memiliki beberapa ujung saraf. Ketika merasakan sentuhan atau belaian, kulit akan mengirim sinyal yang baik ke otak yang membuat Anda bahagia," kata Sharita.

Jadi, berikan si dia cumbuan yang baik setiap hari dan hal ini akan membuat Anda berdua bahagia. "Ini menegaskan kembali hubungan Anda, yang pada gilirannya membuat Anda merasa optimistis,” kata Dr Jyoti.

Kejutan
Kejutan akan terasa sangat istimewa jika Anda menerimanya di saat-saat tak terduga. "Ini memproduksi banyak hormon endorfin atau hormon bahagia dalam tubuh Anda," kata Sharita.

Ciuman
Memberikan ciuman untuk mengungkapkan selamat malam kepada pasangan atau memberikan kecupan di pagi hari pun bisa memperkuat ikatan hubungan berdua.

Menurut para ahli kesehatan, ciuman mampu menurunkan kortisol atau hormon stres. "Ciuman membuat Anda dan pasangan merasa diperhatikan dan merasa dihargai," kata Dr Jyoti.

Berciuman juga meningkatkan kekebalan. Seperti diketahui banyak kuman yang hidup di dalam mulut. Dan berciuman memicu produksi antibodi yang membantu Anda melawan bakteri asing. Hal ini juga membantu melawan rasa sakit.

sumber dari VIVAnews_edhie apologie

Enam Rahasia Panjang Umur

Mereka yang menikah miliki risiko kematian dini lebih kecil dari mereka berstatus lajang.

VIVAnews – Sekarang ini, tidak banyak orang yang bisa hidup sampai usia 100 tahun. Penelitian terbaru menyebutkan perbandingannya hanya satu dari enam orang yang mampu mencapainya.

Orang yang bisa berumur seabad, menurut penelitian, adalah mereka yang memiliki pola hidup sehat, seperti menjalani diet dan mengikuti perawatan medis yang baik.

Nah, apakah Anda juga ingin punya kesempatan hidup hingga 100 tahun lebih? Ikuti resep sederhana yang dikutip dari laman Daily Mail ini.

Memelihara anjing
Orang yang memelihara anjing menikmati hidup lebih lama dan sehat dibandingkan mereka yang tidak memeliharanya, demikian menurut psikolog di Queen's University, Belfast. Diperkirakan keberadaan hewan peliharaan dapat membantu kita menangani stres berat.

Peneliti Amerika Serikat juga menemukan hanya dengan membelai anjing, maka tekanan darah turun akan turun sebesar 10 persen ke kondisi normal.

Manfaat lainnya, dengan memiliki anjing, maka Anda tentu akan sering mengajaknya jalan-jalan di lingkungan terbuka. Dengan demikian, Anda melakukan olahraga sekaligus untuk menurunkan kolesterol jahat.

Bergerak
Semakin sedikit waktu yang Anda habiskan untuk duduk, maka makin lama jangka waktu hidup Anda. Sebuah studi di AS menemukan bahwa wanita yang menghabiskan waktu hanya untuk duduk lebih dari enam jam sehari, risiko kematian prematur meningkat sampai 37 persen bila dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari tiga jam.

Posisi duduk memperlambat metabolisme tubuh, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kegemukan. Tapi bila Anda bangun setiap setengah jam, dapat mengurangi efek buruk dari kelamaan duduk, kata Profesor Stuart Biddle, seorang psikolog olahraga di Loughborough University.

Menikah
Para ilmuwan di Warwick University menemukan bahwa pria dan wanita yang menikah, risiko alami kematian dini akan menurun, dibandingkan mereka berstatus lajang.

"Ini terjadi karena mereka menjadi lebih bahagia setelah menikah. Lalu perasaan aman juga meningkat. Sehingga mereka akan lebih santai dalam menjalani hidup,” kata Dearbhla McCullough, seorang psikolog di Roehampton University, London.

Rajin ke tempat ibadah
Menghadiri ibadah setidaknya sekali seminggu bisa membantu Anda untuk hidup lebih lama. Hal ini diungkapkan oleh psikiater di Duke University Amerika Serikat.

Sebab, mereka akan cenderung untuk menghindari rokok, minum keras. Sebaliknya, mereka akan meningkatkan porsi olahraga dan mempertahankan pernikahan tetap bahagia.

Dermawan
Menjadi orang kaya atau setidaknya berkecukupan dalam hal materi akan membantu memicu pelepasan hormon yang disebut DHEAS (atau dehydroepiandrosterone/terkait dengan hidup lebih lama), kata peneliti dari University College London. Walau begitu, sebaiknya Anda jangan sampai tergila-gila dengan kekayaan.

Peneliti AS telah menemukan, orang tua yang gemar membantu dan dermawan kepada orang lain, sebenarnya mereka sedang menurunkan risiko kematian dini. Mungkin ini terjadi karena mereka tidak terlalu dibebani perasaan stres.

Berpikir positif
Dari studi yang dilakukan di Belanda terhadap 1.000 pria dan wanita yang berusia 65-85 tahun, diketahui bahwa mereka yang selalu positif tentang masa depan dan hubungan sosial, kemungkinan memiliki kematian dini lebih rendah hingga 55 persen. (pet)

sumber dari VIVAnews_ edhie apologie.